LINDUNGI BUAH HATI KITA DARI RESIKO STUNTING

KedalinganNews.. Apa itu stunting? Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak baik tubuh maupun otak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama.Menurut data Dinas kesehatan provinsi jawa tengah tahun 2018, dari 35 kabupaten kota di jawa tengah, 11 kabupaten kota di Jawa tengah masih tinggi angka penderita stunting.Termasuk Kabupaten Pati di dalamnya.

Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein.

Stunting pada anak bisa disebabkan oleh masalah pada saat kehamilan, melahirkan, menyusui, atau setelahnya, seperti pemberian MPASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi.

Selain nutrisi yang buruk, stunting juga bisa disebabkan oleh kebersihan lingkungan yang buruk, sehingga anak sering terkena infeksi. Pola asuh yang kurang baik juga ikut berkontribusi atas terjadinya stunting. Buruknya pola asuh orang tua yang sering kali disebabkan oleh pola pikir orang tua yang masih berpikir posesif. Yang penting kenyang daripada kandungan gizi di dalamnya.

Selain mengalami gangguan pertumbuhan, stunting pada anak juga memengaruhi perkembangannya. Anak dengan stunting akan mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan berbicara, dan kesulitan dalam belajar. Akibatnya, prestasi anak di sekolah akan buruk. Dampak lebih jauh dari stunting adalah pada masa depan anak, di mana ia akan sulit mendapatkan pekerjaan ketika dewasa.

Pemerintah desa Kedalingan sendiri tiap tahunnya selalu menganggarkan dana untuk program kebutuhan gizi masyarakat. Untuk program penanggulangan stunting tahun 2020 di anggarkan lebih,sesuai program kabupaten Pati untuk mengurangi penderita stunting.

Senam ibu hamil ( program BUMIL) dan makanan tambahan untuk ibu hamil, posyandu balita dan makanan tambahannya, serta posyandu lansia berserta makanan tambahannya merupakan agenda rutin tiap bulan yang dilaksanakan Bidan desa bersama kader PKK. ( ap-red )

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan